Ketika Masa Lalu Terusik...
Suara ayam nge-rap bersahut2tan di HP-ku. Ring tone baru utk sms-ku, tp aneh…ayamnya pagi itu seperti tercekik, dia nge-rap gak sampe habis, kurang minum barangkali…:p. Bicara soal minum, pagi ini aku sudah menenggak satu stengah liter air putih. Misinya? Cuma pengen belajar byk minum aer putih aja. Ya begitulah aku, kl ada niatan sesuatu ngerjainnya gak setengah2, pengen byk minum aer putih…gak tanggung2 skali minum satu stengah liter, alhasil pagi itu aku pipis sampe 8x dalam satu jam.
Skr kita kembali ke soal sms yg pagi itu mampir ke HP-ku, dr sebuah nomor yg sudah kuhapal di luar kepala. Hmmm…He’s back again after this long. Pertanyaan STD. Apa kabar? Gmn hubunganmu dgn that sumone? (ehem…pastinya dia menyebut nama dan bukan istilah “that sumone” which is my veto to call “that sumone” :p). Aku sempat gak ambil pusing spt biasa, kubiarkan HP-ku dgn jarak 2 meter dari tempat dudukku dan melanjutkan kembali tontonan telenovela basi yg terus aku angetin setelah aku jd pengangguran.
Gak terlalu penting lagi utk membalas sms-nya skr, tdk spt 2 thn lalu. Iya…tdk spt 2thn lalu. Gmana kl qta menyebut “sumone from my backside mind” di sini wz “D” initial.
“D”… this initial used to be meant a lot and even more to me. Aku ingat bagaimana sedihnya aku setiap kali dia pamit pulang, dan bagaimana aku menelan pil pahit utk menutupi semua kekurangannya dan hanya menatapnya tulus sbg org yg aku sayangi. Kesempatan kesekian kalinya tak cukup membuatnya menyadari keberadaanku yg hanya bersandar di ranting kering yg ia tawarkan bahkan ranting itu nyaris patah dan membuatku jatuh tersungkur. Dia tdk menawarkan tangannya yg kuat utk menahanku jatuh atau meraihku kembali saat mlihatku terhuyung. Ia hanya menatapku seolah dgn tatapannya aku hrs mengerti dalamnya cinta yg ia punya utkku. Tapi ranting tempatku bersandar terlalu rapuh utk membuatku tetap tegar berdiri dan memahami arti tatapannya. Aku terlanjur terluka.
Saat sebuah mimpi yg hangat dalam tidurku suatu malam menghampiriku…hanya sebuah pelukan. Pelukan dari seseorang yg entah siapa itu. Orang itu tak pernah kukenal tapi seperti sudah menggenggam hatiku sejak aku dilahirkan. Seperti belahan jiwaku yg terpisah. Pelukan itu spt tidak pernah bisa dilepas, hangat dan damainya terasa di tubuhku hingga jiwaku. Seseorang dlm mimpiku itu membuat damai malamku hingga saat kuterjaga, bibirku masih tersenyum menikmati kehangatan my angel from heaven. Rasa hangatnya masih terasa hingga aku terbangun bahkan terduduk. Dia tidak hanya mendekap erat tubuhku…tapi juga hati dan jiwaku.
Hari itu seperti warna jingga diantara kelabu. Dengan ceriaku kuceritakan pada mama ttg mimpi indahku. “Mungkin akan ketemu seseorang…” Cuma itu yg Mama bilang. Entah kenapa aku tersenyum dan tetap kusimpan dan masih bisa kurasakan hangat pelukan itu.
Hingga aku bertemu that sumone beberapa hari setelah mimpi terindahku…
Physically he’s not that interesting for me until He shake my hand and the warm felt like de ja vous…this dream slip to my head and met his eyes. Kucabik kanvas hatiku yg mulai melukis indah sebuah mimpi…bukan saatnya! Pekikku dlm hati. Ada Ada
21 November 2003
“Terserah kamu. Aku jg capek ribut terus spt ini!” Cuma itu jawabannya sebelum “D” pergi meninggalkan rumahku dan akhirnya menghilangkan semua jejaknya di hatiku.
That sumone meneleponku di minggu pagi. Setelah aku mengalami malam yg sgt kacau, malam melelahkan yg membuat mataku sembab krn lelah menangis. He calmed me down, he hushed my blue away wz his gentle voice. He called 2 hrs to my HP ‘til I could laugh again and stand up to face the day wzout felt horrible after I pass my terrible nite. That sumone dtg tepat di saat aku rapuh, meraihku dgn segala kelembutannya yg selalu membuatku damai.
Cerita berikutnya bs ditebak. Apa yg kulakukan berarti aku tidak main2 ttg apa yg kukatakan pada “D” malam itu. Aku bisa beralih ke org lain bila dia tdk menjaga hatiku. Dengan luka yg kubawa aku coba menapakkan cinta di pelataran hati that sumone. He tried to kissed my pain and bring back my rainbow. Bisa kulihat jinggaku mulai bercahaya. Kurasakan hagatnya yg membuatku merasa damai berada bersamanya.
“D” tdk pernah percaya aku bisa melakukan semua itu. Setelah satu bulan “D” menghilang dan tak peduli, spt hanya membalikkan telapak tangan ia kembali. Kalo kata Base Jam “hujan tanpa awan”…ya kira2 begitu arti kehadirannya kembali yg tiba2. “D” kembali menanyakan kabar cinta yg pernah ia titipkan padaku. Titipkan?? Ia lupa cintanya telah dia buang sendiri tepat di malam dia meninggalkanku dan menghempas hatiku hingga luka terkoyak. “D” gak bisa terima, saat itu juga ia datang ke rumahku dgn seluruh rasa yg dia bilang gak akan pernah bisa berubah. “D” blg dia tidak sungguh2 ingin meninggalkan aku, ia hanya butuh waktu utk berpikir. Yea rite…easy for him to say…hard for me to do! Aku bukan tidak pernah memberinya kesempatan, kputusanku adalah yg paling final stelah sekian kali kesempatan yg kuberi tak pernah dianggapnya serius Jadi…apa aku salah bila mencari bahagia setelah seseorang menyakitiku sangat?. Did I wrong to find my own happiness???
“D” histeris hingga melukai dirinya sendiri. Tajamnya gunting dan cutter sdh cukup melukai tangan dan kakinya. Aku berteriak panik berusaha merebut semua benda keparat itu dr genggaman tangannya. Dia menangis di pelukanku hingga nyaris pingsan, memohon utk tdk pernah meninggalkannya, memintaku bicara bahwa apa yg sudah kulakukan hanya bohong. Hal terkhir yg terlintas di benakku adalah menelpon that sumone di depan “D”. Jam 11 malam, that sumone sdng berada di Starbuck dng teman2 ktrnya saat ia menjawab teleponku. Sambil menangis berusaha kuceritakan yg sdng terjadi. “D” hanya ingin mendengar aku benar2 berpisah dgn that sumone demi dirinya., bila tdk ia akan terus menyakiti dirinya sendiri. Sambil terus terisak berkali2 aku mengucapkan maaf bila hrs terjadi hal spt ini pd that sumone, aku yakin dia tau betul aku tidak benar2 ingin berpisah darinya karena semua awal yg kita lewati begitu cepat rasanya terlalu indah utk cepat jg dibuang. “D” trs memelukku dan tak ingin melepasku. “D” bicara dg papa sambil terus menangis dan mengatakan tidak mau berpisah dgnku, Papa cuma bilang kalau semua keputusan ada di tanganku dan urusan jodoh di tangan Tuhan. Papa, seperti biasa, selalu bijaksana menghadapi semua hal percintaan anaknya. “D” tdk bisa menginap atau pulang, akhirnya Imam – pacar adikku saat itu- mengajaknya utk menginap di rumahnya. Imam bilang sepanjang malam “D” tdk tidur, hanya menangis dan terus menyebut namaku. Sampai detik ini aku gak habis pikir, seorang “D” wz his hairy body dan tinggi 182Cm berat sekitar 80Kg, bisa bertingkah seperti balita 5thn! Really out of his mind!
Paginya aku menjemputnya ke rumah Imam, memastikan dia tdk bikin Imam dan keluarganya repot krn tingkahnya yg berlebihan. Wajahnya benar2 kusut, ia benar2 melewatkan malam terburuknya. Imam bilang “D” benar2 tdk tdr semalaman sampai Imam takut “D” sakit. Aku membawanya mencari sarapan pagi, aku jg sangat lapar saat itu, bangun tdr lgs mandi dan pergi tanpa mikirin perutku yg belum terisi sejak semalam. Kita mampir ke Bakmi Japos, bakmi yg kupesan tidak jg membuatnya makan. Yg dilakukannya cuma menggenggam tanganku dgn air mata berlinang. Fyiuuuh…benar2 pemandangan yg aneh, karyawan japos pagi itu pasti heboh di belakang melihat cowok tinggi besar lengkap dgn jambangnya yg lagi melankolis. Akhirnya yg bisa aku lakukan cuma menyetopkan taxi utknya dan titip langsung ke si sopir utk benar2 mengantarnya sampai tangerang krn org yg menumpang kukatakan sedang sakit, dan jgn biarkan si penumpang turun di jalan.
Seluruh dunia tau bahwa aku tdk akan benar2 berpisah dgn that sumone hanya krn perilaku seorang “D” yg mengandung sedikit sekali kadar logika. Sampai suatu hari kudengar “D” masuk rumah sakit karena meminum obat penenang dengan dosis berlebihan, aku shock, panic, khawatir. “D” gila! Ini sudah keterlaluan! Smua yg dia lakukan membuat susah seluruh keluarganya. Aku mendatanginya bersama Teh Tini-ku. “D” salah bila mengira aku bisa kembali dgn semua ancamannya utk menyakiti dirinya sendiri. Semua hal yg dia lukukan buatku sudah sangat percuma, aku tidak minta utk dibuktikan apapun lg saat itu, aku hanya ingin dia rela melepasku pergi, seandainya dia membuktikan padaku saat aku masih menyimpan byk harap utknya mngkn ceritanya tdk akan spt ini. Tp kadang kita baru sadar seberapa berharganya cinta yg kita miliki bila kita sudah benar2 kehilangan cinta itu sndiri. Terlalu ironis…
And the case is closed until today… Setelah satu sms-nya masuk, beberapa saat aku cuekin, akhirnya coba kubalas dgn jawaban singkat dan seadanya.Tapi ternyata niatnya berujung pada tawaran yg masih belum berubah, mau kah jadi pendampingku dunia akhirat?? Yea rite…!!!
Hhhmmmm…well….Pernah berurusan dengan mantan? Dulu kata mantan buatku bukan masalah sama sekali. Bagian dari cerita lalu yg memberi warna pada sederetan cerita kehidupan kita. Karena memang begitu seharusnya. Sudah kututup hatiku utk “D”, krn hanya ada satu org yg boleh mengisi hati dan hari2ku. Aku menjalani semuanya dgn that sumone setulus niatku utk memulai lembaran baru dan berharap hal2 terindah yg dulu hanya ada di benak bayangku bisa benar2 aku rasakan.
Mungkin aku yg berlebihan…Aku yg terlalu byk berharap saat mengawali semuanya. Sampai suatu hari aku harus kembali menangisi takdir yg terasa jauh lebih pahit dari hanya sekedar bertahan bersama seorang “D”. Seperti terperangkap di sebuah putaran labirin…saat menyadari betapa besar cinta yg kau punya utk seseorang namun sebuah pengkhianatan telah menoreh luka baru yg tidak kalah perihnya. Sebuah pengakuan yg mngkin sulit kulupa seumur hidupku. Seseorang meninggalkanku demi sebuah perasaan yg tersisa terhadap mantannya. Demi mengulang masa lalu…Demi semua kenangan yg entah apa yg teramat sulit mreka lepas dan lupakan. Membuangku ke sudut dengan semua airmata yg tertumpah kala kudengar sebuah pengakuan yg langsung menusuk jantungku. “Aku masih menyayanginya…” spt ingin mati saja rasanya aku mendengar kata2 itu keluar dr mulut org yg teramat sangat kusayangi. Mungkin ini karma yg langsung Tuhan beri utkku ketika aku berpaling dari seorang “D” demi seseorang yg sejak awal kuyakini sbg malaikat yg Tuhan kirim utk membuatku bahagia.
Tapi apapun yg telah dia lakukan…Cinta ini tak pernah pergi. Tetap bertahan di dalam sini menunggu kembali satu jiwa yg sempat berpaling.
Aku ingin melepas semua dendam ini…aku ingin terbebas dr kebencian pada seseorang yg sdh sering merebut bahagiaku. Setelah berkali2 org lain itu mengusik ketenangan jalan cerita yg coba kurajut dgn cinta, dia terus hadir dan terus memaksaku utk membencinya, menyimpan amarahku hingga membeku.
Skr aku ingin menyudahi semuanya. Lukaku hrs sembuh. Tuhan pasti menyayangiku…Tuhan tidak akan membiarkanku terjatuh lagi ke jurang yg sama. Sudah cukup bara amarah ini bersemayam di hati ini sampai hari ini. Sudah cukup emosiku terkuras mengingat semua kisah pahit yg seseorang torehkan di perjalanan cintaku.
Kadang aku ingin benar2 pergi dan menghilang…menjauh seperti aku menjauh dari seorang “D”. Mencari kembali bahagiaku yg tertunda…tapi cinta yg sudah kutanam sejak awal sudah berakar dan sulit tercabut. Mencabutnya paksa berarti melukai hatiku sendiri. Mencabutnya paksa berarti membunuh sisa rindu yg memberiku nafas setiap hari…Mencabutnya paksa berarti merubah diriku menjadi org lain selain aku.
Aku ingin sembuh dari semua luka ini yg kerap membuat airmataku tumpah ruah bila semua cerita ini mulai terbersit lagi…
Aku masih tetap bertahan hingga untuk yg kesekian kalinya. Karena hanya kepadanya semua mimpi dan masa depan sempat kusandarkan. Aku tak rela org lain yg mengukir cerita di akhir perjalananku ini.
Saat ini, saat kupikir semuanya tlah lewat, semua celah telah tertutup rapat, tapi ternyata sulit utk menjahit luka ini.
Jeda yg kita berdua buat kali ini semoga ada hikmahnya, maksud Tuhan yg dapat kita kecap pada akhirnya. Hikmah terbaik yg bisa memperbaiki semua alur cerita ini.
Tuhan, sentuhlah hatiku yg masih berdarah ini…biarkan aku menemukan kembali siapapun yg hadir utkku dengan segenap tulus utk memberiku bahagia. Biarkan aku menemukan jalan utk bisa kembali melihat cinta semurni cahaya-Mu yg membuat damai. Hanya kepada-Mu semua perih kubungkus dan kupasrahkan…dan hanya kepada-Mu semua harap kupanjatkan…
Untuk that sumone…I love u as always…


berat yg kau rasakan hingga ada cerita yg tak kau lukiskan. "keberadaanku yg hanya bersandar di ranting kering yg ia tawarkan bahkan ranting itu nyaris patah dan membuatku jatuh tersungkur..."
kau luput bahwa seseungguhnya ranting itu patah, kau terjatuh, namun tanganmu sempat menggapai dahan yang basah. lalu tumbuh tunas harapan baru di dasar dadamu. lebih subur dari yg sebelumnya. sayang, belum sempat bberbuah, dahan yg kau genggam pun kering.
ceritanya terus berulang, dan yg tumbuh di dadamu pun tunas-tunas yg tak sempat berbuah.
selamat menikmati
Posted by: jejakapetualang | July 2, 2006 12:31 AM