MU versus ME :p
hello there.....
another new page.
On this rainy afternoon, I try to write sumthing here. Salah satu alasannya karena gak tau mau ngapain. Jadi dengan menulis mungkin bisa membuat pikiranku lebih terarah (hehe sebelumnya nyasar :p).
Kita cerita gak usah jauh2, about yesterday aja dulu.
Sabtu,29 Maret duaribuenam.
Saat mulai kubuka mata, dan coba ngumpulin nyawa yg sempat hangin around sumwhere, satu hal yg terlintas : oh, aku tidur di kamar mama. Mama papa dimana? Oooh iya, di Palembang. Iya, they went to PLM yesterday. Stelah itu aku rada lupa ngapain, yg pasti langsung minum obat.Beberapa rencana keluar hari ini gak boleh gagal cuma karena batuk dan sesak nafas yg minggu2 terakhir ini sudah bikin aku absent sekian lama dari kantor. Almost a month!! udah kayak gadis pingitan yg mau dikawinin, wz activity di kamar, tidur, makan, minum obat all the time and luluran (every day lhoo), going out? paling jauh ke pasar kaget deket rumah ato ke superindo. U know what? terakhir2 ini gw udah mulai spanning, gara2 those damn infotainment!! Bukannya karena gw salah satu artis yg di gosipin, tapi karena dah bosen, muak, eneg, uwek uwek...nonton yg beginian. Ngurusin urusan orang sampe segitu hebohnya, tp mau apalg?? I stay home, nothing to do, most channel just like only have one programme : infotainment. Such a craps! Wait...skr jadi aku yg berubah nyebelin :( Udah ya...Take a deep breath....Fyiuuuuh...
Ok focus....
After I arrange for the return flight of my parents, my sist brought bad news, salah satu tetangga kami meninggal dunia (Inalillahi...). Aku dan Ossy memutuskan utk melayat, Tante Joko, tetangga (gak terlalu deket sih...), teman mama, mama dari Eva (teman TK-ku), Mama dari Senddy (siapa? teman...oh iya, kakaknya eva. Pokoknya gitu). Jujur aja aku memutuskan utk datang meski ga terlalu kenal salah satu alasannya adalah senddy, paling nggak aku sempat kenal dia meskipun sebentar, alasan lain karena gak ada mama papa jadi aku dan ossy hrs mewakili, alasan lain?? gak ada salahnya datang mengunjungi keluarga yg sedang terkena musibah... jadi gak juga krn senddy kok (bukan juga karena senddy pernah punya cerita yg tertulis di salah satu blog ku ini yg punya judul rada nyeleneh...bukan ...bukan krn itu kok, asli deh! :p)
Aku sms 'that sumone' bahwa aku akan datang melayat ke rumah senddy : no response, that's ok :)
Aku ambil kerudung biru dari lemari mama, berkutat sebentar di cermin di sebelah ossy adikku yg sedang mengenakan jilbab. "Teh..dia muslim?" Ossy bertanya sambil wajahnya tidak lepas dari cermin. "Gak tau, eva dan Senddy sih muslim, kalo ibunya teteh gak tau" iya...aku emang beneran gak tau. "Kalo gitu nulis ucapan belasungkawanya yg umum aja" Ossy decided.
Sampai di ujung gang, aku ngintip sedikit, sudah banyak banget orang di depan rumahnya. Saat kami memasuki rumahnya setiap mata mengarah ke kami, bikin kami berdua bingung dan berharap segera bertemu salah satu sanak keluarga tante joko yang kami kenal, untungnya Senddy langsung terlihat sedang menyambut para pelayat yang memasuki pintu rumahnya. Dia menoleh ke arah kami, aku cuma senyum, dia juga. Perlahan kami hampiri, lalu kusalami dia "Turut berduka cita ya Sen..." Dia segera menarik tanganku dan menempelkan pipinya di pipiku (loh...! Aduuh...kok pake cupika cupiki gini sih?? pikirku dalam hati. Biarin deh mungkin kebiasaan dia aja, lagi suasana berduka nih...gak boleh mikir macam-macam) "Salam dari mama papa yaa, mreka lagi di palembang" cuma itu yg aku bisikan ketika telinganya dekat wajahku. AKu langsung masuk lebih dulu dan disusul Osi, aku sempat mencari sosok Eva, teman TK-ku adik Senddy yang jarang sekali terlihat keluar rumah. Padahal dia adalah satu2nya sahabat yg aku miliki di masa TK ku yg nyaris gak punya teman karena sulitnya aku bergaul. Dulu aku dan Eva sama2 kurus, kerempeng, ceking, begeng. Tubuh kita bdua beneran sama. Sejak kita mulai gede dan punya kesibukan sendiri2 aku dah gak pernah lagi ketemu...ketika aku udah mulai gemukan Eva yg kadang aku lihat berdiri di depan rumahnya tetap dengan keadaan yg sama, tdk berubah sama skali,sudah lama aku ingin ada komunikasi lagi antara aku dan Eva tp... kalau ingat abangnya.. bikin aku urung niat. Takut nanti tambah panjang cerita soal dia di blog ku ini.
Tante Joko ternyata Nasrani. Sebentar aku melihat jenazah tante joko yg dibaringkan di dalam peti kayu berwarna coklat ber-purnish, dengan gaun putih seperti pengantin kupandang wajah kaku yg sudah membujur itu. Tante...beberapa minggu lalu aku sempat melihat Tante keluar dr pagar rumah, karena jarang sekali terlihat aktivitas di rumah itu membuatku selalu menoleh setiap kali pintu pagar hitam yg seringkali menutup rumah tante Joko terbuka. AKu panjatkan do'a sesaat, menurut kepercayaanku tentunya, aku yakin Allah maha mendengar, sebab agama apapun org yg sedang aku doakan sekarang tetap ciptaan Tuhan-ku, tetap tetanggaku, mama dari anak2nya yg muslim.
Kutanyakan Eva pada Senddy, ternyata sedang solat djuhur. Akhirnya aku pamit diri dari rumah itu, sambil keluar kutanyakan ke adikku "si...lo dicupika cupiki gak sama Senddy tadi?" "nggak...ogut kan gak gitu kenal kalii" Aku langsung manyun, sialan...gak adil nih kirain sama semuanya begitu, rutukku dalam hati.
Acara selanjutnya bertemu d'kurcacies. Ya, di blog terakhirku memang sempat tertoreh luka di antara kami. Kita semua sempat terbentur emosi, terbentur rasa egois masing2 yg merasa benar. Mungkin terutama aku, aku yg sulit sekali melepas jeratan emosi yg sepertinya menutup rapat syaraf logika tentang pentingnya menjaga persahabatan dibanding hal sesaat yg sebenarnya masih bisa termaafkan. Untungnya semua sudah lewat. Guys..we're back again (hehehe....maybe it should be "I'm back!" ). Perjalanan menuju Blok M plkaza cukup membuat bronchitisku nyaris kambuh,panas sore yang nanggung membuat mataku tak begitu kuat menahan pantulannya, ulu hatiku sudah mulai mual saat bus metromini 75 yg menggiring semua penumpangnya menuju terminal blok M, penat, asap knalpot, aku mulai panik, mulai parno...gushhh...I can't breath, moncong knalpot mayasari persis berada di depan bis ku, mengeluarkan kepulan hitam yg sejenak membuat kepalaku seperti berputar. Macet...menambah kucuran keringat dingin yg mengguyur tubuhku, pulang? no...its' half way through, C'mon ita..u are strong, penyakit sialan ini pasti segera sembuh, jgn dimanja, lawan! desakku dalam hati. Kmana ita yg kuat dulu?? Ita yg paling males disuruh minum obat karena kadang berkeyakinan penyakit bsa cepat lewat kalo kita lupa kita sakit, tp rasanya tidak utk sekarang ini, aku bahkan tergantung sekali oleh obat dokter yg membuat batukku lebih tenang dan ganjalan di dadaku lebih ringan. Dan...o iya, aku baru ingat, hari ini adalah obat terakhir yg kuminum, obatku habis, gmana dengan besok??Duh, obatnya mahal banget lagi, jadi mulai kepikiran niih… L
Sampai di terminal, perlahan aku berjalan mnaiki tangga penyebrangan menuju plaza, iya…perlahan…karena ternyata tubuhku ini sudah sulit dibawa bergerak cepat, entah karena apa, aku baru merasakannya beberapa hari terakhir, sepertinya aku menyeret kaki yg tramat berat, dan tubuh ini akan terasa ngilu bila bergerak sedikit banyak. Ya Allah….jangan beri aku penyakit lain. Sembuhkan aku Ya Allah…
Sesampainya di platinum which is our rendez-vous place, aku clingak clinguk mencari sosok2 yg kuakrabi, tak terlihat, ku-sms upa, dia jawab “turun aja ke bawah” What??? Bawah…aku segera mencari escalator utk turun ke bawah, emosiku mulai memanjati sebagian urat tegangku, “kenapa masih dibawah?? Kan kan
Aku membawakan oleh2 yg sudah ampir 3 minggu ngendon di kamarku sepulangku dr bali, kubagikan. Upa tak kalah heboh, dia pun membagikan kado, untukku dari upa dan uki, untuk pit dari upa, dan untuk ibu hamil a.k.a uki dr bunda upa. Seperti biasa, di antara kita selalu banyak cerita Semua cerita terus mengalir, spt biasa…yg mendominasi cerita adalah org2 cerewet spt aku dan upa, sedang pit dan Ki selalu jadi pendengar yg menyenagkan…. :p
Pastinya mreka ingin dengar dan lihat langsung keadaan iyta si sakit, yaaa… here I am. “waah…ita kurusan” komentar menyenangkan di antara sederet berita yg kurang enak dariku.
Tak lama Hans datang, sang calon ayah dari janin yg sedang digenggam oleh perut uki yg tak lain sang calon bunda… J Bahagianya. Kapan giliranku?? Sempat terlintas keinginan menjadi seperti mreka skr, begitu memiliki…terlihat begitu saling menyayangi, ditambah ada buah cinta mreka skr… Uki-ku sayang…God has completed ur
Pertemuan kali itu terasa begitu cepat karena aku hrs segera beranjak menuju terminal busway menuju Sarinah, ya…to Manchaster United café untuk acara nonton bola bareng. What?? Nonton Apa?? Bola?? Ita nonton bola?? Begitulah komentar org bila tau aku nonton bola, sebab gak pernah ada bagiku untuk terhibur dengan tontonan bertema bola sepak, sepak bola, soccer, football…whatever deh… Tapi, no…not this time, I’m so excited, over excited maybe, karena aku punya keinginan untuk menyelami sedalam2nya hati dan jiwa that sumone, dan mengukur sejauh mana kemampuanku untuk bias beremphati, menghargai dan semoga saja bisa ikut menikmati tontonan yg that sumone bilang sooo seru deh pokoknya…spt janji muluk tp coba kupercaya.
Turun dari busway memang masih meninggalkan pening di kepalaku, ternyata aku memang belum betul2 sehat, aku merasa lemah sekali berada di dalam tubuhku yg ringkih ini. Sebelumnya sudah diberitahu bahwa kita akan nonton berdiri, no seat ok, ok. Gpp deh, coba yaaa…seberapa have fun bisa kudapat di sini. As long he's here and comfort me I think i would be fine
Menaiki escalator yg dikelambu oleh jarring gawang bikin aku tersenyum senang, hmmm…seru jugaa… muali antri, belum terlalu panjang, hanya sekitar 5 menit kita antri, setelah urus pembayaran dan dijelaskan bahwa tempat duduk sudah full reserved dan kita bersedia kami pun mulai memasuki suasana temaran yg mulai hitruk pikuk, dengan bando devil yg kupakai + T-shirt merah yg sengaja kukenakan kelihatan aku sperti yg mengerti saja tentang pertandingan ini, padahal siiih…”Yank, MU lawan siapa sih?” “ Chelsea
Kita langsung cari tempat yg senyaman mungkin untuk berdiri, iya, berdiri pun harus tetap nyaman dong, bukan tontonan sebentar ini, paling tidak kita berdua dapat pagar untuk bersandar. Lumayan. That summone mulai cerita sedikit tentang inti dr pertandingan kali ini “Chelsea itu urutan pertama yank, MU kedua, dalam pertandingan ini paling nggak Chelsea cukup dapat nilai seri utk jadi juara, jadi MU hrs menang” “Yaaaah…kok MU payah sih? Terus kalo MU menang kali ini?” tanyaku lagi “yaa bukan berarti MU langsung juara, tapi paling nggak Chelsea gaya
And the crowd started make the room full, tiba2 dia menangkap sosok sahabatnya, Heiho, teman kulaihnya, salah satu pencinta MU juga katanya.
Pertandinganpun dimulai, keadaan mulai sesak, hal pertama yg menggangguku adalah bapak yg berada persis di depan hidungku, dia mengahalangi pandangku ke layar TV, nasib jadi org pendek membuatku pasrah geser kepala ke kanan lalu ke kiri untuk menyeimbangi gerakan si bapak itu juga, huuuh…ngerti juga belom nontonnya susah banget! Belom ada 5 menit pertandingan gawang MU sudah dibobol, yaaah…gak asik nih, baru mau mulai nge-fans dah bikin patah hati, rutukku dalam hati, aku memandang nyengir penuh arti ke arah that sumone, seperti bertanya “yaaa…gmana nih? Belum apa2 udah kecolongan?” Saat gol terjadi spontan orang di sekitarku teriak histeris, gak sedikit juga yg bersorak girang sape loncat2 gak jelas, kok nih org2 pendukung Chelsea
Keadaan mulai sedikit menggangguku, aku yg sudah mepet pagar pembatas masih terus di “permisiii…” org tiap kali mereka lewat nyelip di antara himpitan manusia2 gila bola, tambah lagi tubuhku pasti tersenggol, dari pelan sampe yg kasar bikin lenganku BT…eh…sakit…akunya BT. Beberapa kejadian di layar yg membungkus lapangan hijau terjadi, aku sendiri gak gitu paham apa’an yg pasti bikin semua org di sekitar ku teriak sekenceng2nya mreka bisa ngluarin kegaduhan, yg sialnya ada orng yg dengan entengnya loncat2 di atas kaki ku..berkali2, udah kugeser kakiku dia loncat2 lagi, dan kakiku selalu jadi sasaran empuk karena cuma pakai sandal cw yg teplek “ hwaaaaaaaa….sakiiiit maaaakk…” hiks hiks, airmataku mulai terperas oleh perasaan jengkel, sabaar…pintaku pada diri sendiri, jangan nangis dong, anak kecil yg ada di dalam pagar pembatas yg berisi tempat2 yg sudah di booking melihat ke arahku, dia tidak berkedip bikin aku salah tingkah sendiri, dia pasti lagi terheran2 ngeliat ada org nangis di tempat kayak gini.Ruangan yg sesak + asap rokok sebenarnya sudah cukup menyiksaku, tubuhku seperti bilang “itaa…aku sudah gak sekuat dulu…tolong jgn siksa aku dgn asap rokok dan kepenatan”. Kubetulkan posisiku berdiri, God, there was no more space, untuk tarik nafas pun sepertinya aku udah gak bisa, bapak di depanku sudah berganti anak muda blo’on yg terus2an menginjak kakiku, dan sesekali menyikut tubuhku dengan gerakannya yg gak stabil (hiper aktif BGT sih nih bocah…) dgn geram aku pelototi dia stiap kali dia nengok ke belakang!
Sudah cukup, kepalaku seperti berputar saja rasanya…aku mau pulang, tp gimana?? That sumone masih tak bergeming melototin timnya yg masih punya skor 0-1 untuk sang lawan. Gak sampe hati cerita ketololanku yg menderita karena keinjek, kesikut, dan hardly breathing. Itaaa…katanya tadi mau coba?? Iya, kan
He started… “Kamu kenapa yank? Kasiyan nih yayanknya aku…mau pulang?” tuh kan
Di jalan aku keujanan di atas nupo birunya, hiks…beneran kan
Di rumah…persengitan berlanjut. Dan seperti biasanya juga aku gak bisa berpikir lurus, bukan gak bisa, lg males mikir lurus. Aku sulit menjelaskan inti dr yang aku rasain. Bukan aku menyesal nemenin dia nonton bolaaa…tp pliiiss….sensitip dikit donk aku nya lg jd objek penderita….tubuhku rasanya remuk redam ngadepin situasi ky barusan.
Akhirnya ending dr perseteruan masih gak jelas, hal yang pasti…status gak jelas di antara kita yg selalu mendorongku untuk tetap out of the line and so hesitated to walk through. Bukannya benci ato gak cinta lagi, bukan juga masalah puas memuaskan, but deeper. I feel like I don’t feel the flame on u…. sorry…
PS: eh...pertandingannya akhirnya gmana sih?? penasaran jg nih :p


Semoga lekas sembuh teman... :)
Berakhir dengan 3-0 untuk Chelsea...
Posted by: 'Nizar | April 30, 2006 04:48 AM
Loe baca blog gw juga donk bu....
Posted by: ' PuSpA | May 1, 2006 02:41 AM