« MU versus ME :p | Main | Dear...You... »

Diyo...be tough!

Saat seeorang datang. Terseok, terluka, selalu murung dan bersedih...meskipun dia lelaki, perasaannya tetap sama bila sedang terpuruk. Aku menganggapnya ada, aku menganggapnya sahabat, karena apa yg sedang dirasakannya saat ini persis seperti yg sedang kurasakan.

Dunia sekitar kami spt sibuk membuat kami bersatu, hati kami adalah milik kami, bukan hak mereka menentukan jalan aku dan dia.

Cintanya pada seseorang yg menyakitinya tak pernah lekang oleh waktu, itu pengakuannya padaku. Dari lubuk yg terdalam aku menghargai setiap ucapannya, dp kuselami rasa sebenarnya yg mengalir seiring keinginannya sendiri untuk melupakan seseorang itu.

Aku hanya bisa mendengarkan...membagi cerita yg kurang lebih sama. Dia katakan dia memiliki cinta terlalu dalam terhadap seseoran yg kini meninggalkannya, dan ketika seharusnya cinta itu bisa terobati...dia memilih pergi meninggalkan semua jejak di dalam kantung hitam memorinya. Dia terpelanting jauh ke ruang tak berdasar, aku berada di sana bersamanya, hanya sebagai teman berbagi galau, karena kurasa dp mengurangi resahku sendiri. Sering kulihat airmatanya menetes di balik bingkai kacamatanya, membuat tatapannya redup dan putus asa. Dia tidak ingin kembali ke seseorang yg tramat sangat ia cintai, ia memilih menjauh, pilihan yg tidak bisa diterima logika pikiranku sbg perempuan.

"Dia memohon, memintaku kembali. Tapi gak bisa...sampai kapanpun gak akan bisa"  begitu ucapnya tentang wanita yg ada di hatinya, aku hanya bisa termangu dan menatap kosong. Sudah segitu ironisnya kah semua kisah yg ada?? "jangan kau bohongi dirimu sendiri, perasaan yg kamu rasa skr adalah anugerah. Jaga selagi masih bisa kau rasa dan selagi masih ada kesempatan" coba kukuatkan hatinya... Tapi dia tak bergeming...beban masih terlihat jelas di balik tatapannya.

Dia memilih menyibukkan diri membantu sesama...berangkat ke Jogja sehari setelah dia mendengar berita gempa... Dia bilang "rasa cintaku akan tersalur...terlalu banyak kasih sayang yg tak tersampaikan utk org tersayang, biar kubagi dgn yg lain" begitu ucapnya terakhir sebelum beranjak pergi.

Ternyata sekarang dia sakit di Jogja sana. Tuhan...hatinya yg sedang lemah membuat ketegarannya sebagai lelaki seperti hilang. Aku prihatin... Saudara kembarnya memberiku satu tiket utk menengoknya ke Jogja bersama dia dan bundanya. Aku tak punya hak apapun utk memberinya perhatian lebih, kuputar salah satu nomor telpon, kukabari org yg selama ini sebenarnya punya banyak arti untuk dirinya, gadis itu menangis, aku begitu teriris, spt merasakan hal sama...seperti berkaca. Kuberikan tiket itu untuknya, dia lebih berhak berangkat untuk menemui org yg selama ini tak pernah pergi dari ingatannya, dia jauh lebih berhak untuk bisa mengobati pria terkasih yg sempat melangkah keluar halaman hatinya.

Kuyakinkan pada gadis itu "kamu harus percaya akan harapan, dia mungkin selalu terlihat tegar di hadapanmu, tapi dia rapuh di hadapanku...yg dia butuh hanya kamu meski dia tak kuasa mengakuinya pada dunia."

Satu kisah ironis lagi...semoga berkesudahan dgn senyum dan bahagia. Diyo, Wulan...cinta itu selalu ada bila kalian percaya. Jangan berhenti menikmatinya, tapi berhenti menyakitinya...

Ps: Yo, cepet sembuh ya...di sana kamu malah ngrepotin, maaf aku gak bisa ikutan, aku tau kamu lebih butuh siapa di sana :) Bukan maksud membongkar rahasiamu, tapi cintamu terlalu dalam utk kau kubur. Biar dunia tau sedalam apa rasa yg kau punya utk Wulan... peluk dia spt yg pernah kau bayangkan saat kau rindu :) jgn biarkan dia pergi lagi. Kabarin aku yaaa...

Comments

???

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .