sepotong kisah cinta sang sahabat
Saat kecantikan menjadi sesuatu yang relatif, kau akan memandang jauh lebih dalam untuk menilai kecantikan sahabatmu. Lebih jauh ke dalam hatinya...ke dalam jiwanya. Akan kau temukan kecantikan yg paling lembut di hatinya, kan kau temukan aura terindah dari jiwanya.
Begitu caraku memandang salah satu sahabatku ini. Dia tidak pernah mengeluh dengan ukuran tubuh yg sering menjadi hal paling prioritas untuk sebagian besar cw, yg penting bagaimana dia bersikap. Karena memang terbukti, apa yg terpancar tulus dari dalam akan menambah aura keindahan bagi siapa saja yg ada di sekitarnya.
Tapi kadang kenyataan tidak selamanya indah, kenyataan tidak selamanya mengikuti alur mimpi yang ada di benak kita. Kadang dia punya kaki sendiri untuk melangkah membawa takdir kita. Tapi semua pasti punya makna.
Sahabatku datang, dengan binar dan segala kecerahan. Dia jatuh cinta. Aku ada di sampingnya saat dia merasakan degub aneh tapi indah. Aku ada di sampingnya saat dia merindu dan mendamba. Tuhan...tak sampai hati aku mengusiknya dengan kemungkinan2 terburuk yg mungkin memang sebenarnya sdg terjadi. Tak sampai hati aku menghentikannya dari mimpi.
Kulihat lelaki itu. Tampan, gagah...pengelana laut yg tampak begitu gemerlap di hadapan sahabatku. Ada rasa bimbang menyelusup hatiku. Berusaha tak kugubris. Sahabatku layak bahagia. Kuyakinkan diriku bahwa dia layak menjalani kisah cinderella-nya. Sang lelaki begitu baik, perhatian, memberi sahabatku hangat di sela keseharian, memberinya tatapan terlembut seperti siap memberi separuh hatinya. Hanya saja aku takut dia terluka. Karena tak pernah ada kepastian, hanya menunggu dan memendam harap dan rindu. Menikmati setiap detik bersama meski tak pernah rasa hati itu terucap, menikmati semua ceria yg tersisa tanpa tau akan kemana arah membawanya...
Hari itu, harinya sang lelaki untuk kembali berkelana. Sahabatku memintaku menemaninya ke airport untuk melepasnya berangkat ke negeri seberang dimana setelah itu kapal2 laut besar akan membawa lelaki ke benua lain.
Saat itu aku dan sahabatku kebetulan sedang menjalani training di airport jadi kami pun bisa mengantarnya hingga boarding gate. Aku berdiri di depan lelaki itu, menjabat tangannya "ati2 ya...goodluck!" ucapku seadanya. Setelah itu aku mundur, memberi jarak pada mereka berdua. Setelah sebelumnya aku kuatkan hati sahabatku agar tak sampai menangis di hadapan lelaki itu.
Mereka saling bersalaman, saling bertatapan, tak lama sang lelaki menariknya ke pelukan. Ya Tuhan... Dapat kurasakan getaran hati sahabatku saat dirinya berada dalam pelukan laki2 yg selama ini berkeliaran di benak harapnya. Perpisahan itu pun terjadi... Saat dia sudah beranjak melewati batas kami bisa mengantar...tatapan sahabatku tak pernah lepas dari punggung sang lelaki. Seperti seluruh jiwa dan hatinya ikut terbawa dan terengkuh jauh...
Tangisanpun lepas...menggema di setiap sudut ruang tunggu. airmata membanjiri pundakku. Semua sesak meluap, semua rindu memuncak. Aku hanya dapat mendekapnya dan memberinya sedikit hangat. Menggenggam jemarinya yg bergetar, menenangkan setiap jeritan sakit akan satu perpisahan. Aku berusaha membuatnya tetap tegar.
Bulan2 berlalu...semua lewat, tapi ternyata harap di benaknya tak pernah usai. Kata "menunggu" untukknya dianggap sebagai ujian akan kekuatan cinta yg selama ini ia pendam. Sesekali kutengok...hanya memastikan dia baik2 saja, sesekali kukirim tawa untuk sekedar memercikkan ceria di hari2nya yg abu2. Tak jarang juga aku memintanya untuk menyerah, bukan untuk membuatnya terpuruk, justru untuk membantunya kembali berdiri dan mencari pelangi yg lain yg mungkin lebih indah, mungkin lebih cerah... Tapi memang cinta tak semudah itu dihapus, tak semudah kita klik "undo" pada sistem komputer. Esensinya terlalu dalam dan rumit, tak mudah terurai logika.
Hingga suatu saat semua harus benar2 berakhir. Satu pengakuan yang sahabatku dengar membuatnya benar2 mengerti arti kehadiran sang lelaki. Semua semu, semua hanya indah dalam khayal...tak secantik rupa sang harapan yg selama ini tersimpan rapi di laci2 memori. kalimat "Aku hanya menganggapnya sebagai teman..." sudah terlalu klise untuk kudengar. Tapi kenyataannya hal itu yg sering memberi perih di luka harapan yg patah.
Akhirnya semua berlalu ...tahun2 pun lewat... sang sahabat telah pulih...kembali berwarna. Mencari tambatan lain yg memang tak mudah, tapi at least dia mencoba...aku bisa sedikit bernafas lega meskipun kutahu dia sedikit memaksakan keadaan. Tapi paling tidak kisah kasih tak sampai itu sudah lewat.
Dan hari ini... seseorang muncul di YM list-ku. add requestnya baru saja ku-approve. Ketika dia buzz window YM-ku, akhirnya aku tahu siapa dia. Sahabatku pernah bercerita bahwa sang lelaki akhirnya menambatkan kapalnya pada satu pelabuhan hati...ya...pada wanita yg tiba2 muncul di YM ku ini.
Sahabatku bilang semua sudah usai, tapi kehadiran cw itu seakan terlalu dipaksakan, Mnurutku...apa pentingnya berteman dgn seseorang bila hanya setengah hati? Dan aku tau sahabatku mulai risih dgn cara cw itu berusaha mendekat seperti ada motif di balik itu semua. Yayayya...seharusnya memang aku harusnya berusaha lebih bepikir baik terhadapnya tapi hey....seperti hari ini, entah kenapa menghadapi cw satu ini memang cukup tidak menyenangkan. Aku setuju dgn pendapat sahabatku itu. Sampai akhirnya aku berbicara sesuatu yg membuatnya agak tersinggung. Woops...sorry...im just trying to tell the truth anyway... :p Bener dong kalo aku bilang " Im glad that finnaly ur boyfriend could make up his mind, coz he such a person who cant show...sumthing. I mean kinda flaterer..." Hmmm...sure she got lil iritated but it's the only way to let her know what kind of person her boyfriend is. I know it aint my bussiness but...sumbody ever broken my best friend's heart. I didn't mean to hurt her but just to show her that she cant get in that way just to know sumbody and look after sumthing about her boy friend.
Well...aku gak tau apa aku besikap benar atau salah. Tapi yg pasti sahabatku memang layak tenang dengan dunianya sekarang. Tak perlu lagi terusik dengan masa lalu tak menyenangkan.
Sahabat...yang terbaik hanya yntukmu sebagai do'aku. Semua pernah menangis, semua pernah meratapi cinta yg pergi...tapi pelangi selalu hadir setelah hujan dan badai. Jgn pernah berhenti menyimpan harap. karena hanya itu yang membuatmu tetap bertahan dan menantang silaunya sinar mentari esok pagi...
Love u dear...


Hey.....my dear friend,
You know what?.. This is my favorite one so far...i really love the way you write it with so much wonderful meaning in it...
Jgn pernah berhenti menyimpan harap. karena hanya itu yang membuatmu tetap bertahan dan menantang silaunya sinar mentari esok pagi...
Yup...100% benar...jangan berhenti berharap..
Keep on writing..
Cheers
Posted by: Jen | September 16, 2006 08:08 AM